Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Maret 2014

Bahaya Minum Air Tanah Dangkal

  Punya sumur air sendiri? Berapa kedalamannya? Jika kedalamannya kurang dari 15 meter waspadalah dalam mengonsumsinya. Karena minum air dangkal secara terus menerus berisiko terjadi pengendapan nitrat yang sangat berbahaya bagi tubuh dalam 20 hingga 30 tahun kemudian.
  Nitrat adalah senyawa yang banyak dihasilkan dari limbah, baik limbah kotoran manusia, limbah industri atau limbah organik lainnya seperti hasil samping dari penggunaan pupuk pertanian. Senyawa nitrat dapat menahan perembesan air kedalam tanah dan banyak mencemari sumber air dangkal.

  Badan lingkungan hidup Amerika Serikat pernah melakukan survei dan menemukan pencemaran bahan nitrat hingga di atas batas maksimum yang aman dikonsumsi (10 ppm) pada lebih dari 50 persen sumber air tanah yang dipergunakan untuk air bersih dan air minum diseluruh Amerika.
  Hal itu pula yang ditemukan oleh Dr Ir Heru Hendrayana, ahli hidrogeologis Universitas Gadjah Mada dari studi yang dilakukannya sejak tahun 2000.
“Kesimpulan dari studi tersebut adalah, sudah tidak ada air tanah dangkal di daerah perkotaan yang memenuhi syarat sebagai air minum,” ujar Dr Heru dalam acara ‘Danone Aqua Siap Hadapi Tantangan 2010′ di Hotel Crown, Jakarta, Rabu (13//1/2010).
  Menurut Dr Heru, air tanah dangkal yang kedalamannya kurang dari 15 meter sudah banyak dicemari bahan pencemar, mulai dari bakteri, logam berat hingga zat berbahaya seperti nitrat.
“Kalau bakteri saja itu bisa mati dengan direbus atau dipanaskan, tapi yang berbahaya adalah senyawa nitratnya itu,” kata Dr Heru.
   Nitrat yang masuk ke dalam tubuh bisa menyebabkan risiko penyakit terutama pada bayi. “Ibu-ibu yang sering mengonsumsi air yang mengandung nitrat berisiko melahirkan anak dengan penyakit baby blue. Sedangkan efek jangka panjangnya (20-30 tahun) bagi mereka yang sering minum air mengandung nitrat adalah sesak nafas,” kata Dr Heru.
   Baby Blue Syndrome banyak menyebabkan kematian pada bayi umur 3 bulan. Nitrat yang masuk dalam tubuh akan berikatan dengan hemoglobin (sel darah manusia) dan akan menghambat darah melepaskan oksigen ke sel-sel tubuh sehingga tubuh akan kekurangan oksigen.
   Dampak yang terjadi pada bayi adalah mengalami sesak nafas, seluruh tubuhnya kelihatan membiru dan jika tidak cepat ditolong dapat mengalami serangan jantung dan akhirnya meninggal.
  Untuk mengetahui kandungan nitrat dalam air minum cukup sulit apalagi untuk menghilangkannya dari tubuh. “Secara fisik nggak bisa dilihat karena nitrat berwarna bening dalam air,” ujar Dr Heru.
Satu-satunya cara untuk menghindari nitrat adalah minum air dari sumber mata air yang benar dan menjaga sanitasi lingkungan.
  “Hindari minum air dari air tanah dangkal yang kurang dari 15 meter dan hindari membuat sumur dekat septitank. Sekali sebuah senyawa nitrat masuk dan mengendap dalam tubuh, dibutuhkan 6.000 liter air untuk menghilangkannya,” tutur Dr Heru.

Minggu, 26 Januari 2014

Pola diet yang Anda jalankan akan lebih berhasil apabila Anda juga memilih menu sehat yang dapat mendukung program diet Anda. Banyak ahli kesehatan yang menyarankan Anda untuk memperbanyak sayur dan buah untuk dikonsumsi saat Anda berdiet. Namun apakah menu diet tersebut benar-benar dapat membuat tubuh Anda langsing dan juga sehat? Saus salad rendah lemak salad yang Anda konsumsi saat diet tentu akan mempunyai rasa yang lebih enak apabila Anda mengonsumsinya dengan saus. Maka Anda pun memilih saus salad rendah lemak dengan asumsi bahwa salad tersebut mempunyai sedikit kandungan kalori. Namun para peneliti di Iowa State University menjelaskan bahwa saus tersebut malah akan merusak nutrisi sayuran yang Anda konsumsi. Mereka menyarankan Anda untuk lebih baik menggunakan minyak zaitun saja agar penyerapan nutrisi sayuran tersebut lebih maksimal. Sereal berwarna-warni Sereal yang berwarna-warni dan mempunyai rasa yang manis banyak dipilih sebagai menu sarapan. Namun ternyata sereal tersebut mempunyai kandungan gula dan lemak tersembunyi yang mampu mengacaukan program diet Anda. Lebih baik Anda mengonsumsi bubur gandum atau oatmeal sebagai menu sarapan Anda. Susu skim Susu skim banyak dipilih bagi mereka yang sedang berdiet namun tetap ingin minum susu. Namun susu skim ternyata juga rendah akan nutrisi seperti vitamin A, vitamin D, vitamin E, dan vitamin K. Oleh karena itu para ahli gizi tetap menyarankan Anda untuk mengonsumsi susu biasa sebab jenis susu tersebut mampu meningkatkan metabolisme tubuh, membakar lebih banyak kalori, dan menurunkan resiko terkena penyakit jantung. Sayuran mentah Proses pemasakan diyakini dapat mengurangi nutrisi yang terkandung di dalam sayuran. Namun mengonsumsi beberapa jenis sayuran secara mentah juga memberikan efek yang tidak terlalu baik untuk kesehatan. Sebuah penelitian kesehatan yang dilakukan di tahun 2008 menemukan bahwa sayuran seperti wortel, bayam, jamur, asparagus, kubis, dan paprika dapat lebih banyak memasok zat anti oksidan apabila dimasak terlebih dahulu. Sebab proses pemasakan mampu menghancurkan 'dinding sel' sayuran yang tebal dan memudahkan tubuh untuk menyerap nutrisi yang dikandungnya. Minuman diet Minuman diet seperti soda diet ternyata juga tidak sehat dan cenderung malah dapat menggemukkan. Hal ini disebabkan karena minuman ini mengandung pemanis buatan yang akan memicu tubuh dan otak Anda untuk selalu merasa lapar dan Anda malah akan makan lebih banyak. Memilih menu makanan untuk diet memang harus dilakukan dengan berhati-hati. Pemahaman nutrisi yang salah malah akan menghancurkan program diet Anda dan menurunkan tingkat kesehatan tubuh.

   Pola diet yang Anda jalankan akan lebih berhasil apabila Anda juga memilih menu sehat yang dapat mendukung program diet Anda. Banyak ahli kesehatan yang menyarankan Anda untuk memperbanyak sayur dan buah untuk dikonsumsi saat Anda berdiet.

Namun apakah menu diet tersebut benar-benar dapat membuat tubuh Anda langsing dan juga sehat?

Saus salad rendah lemak
salad yang Anda konsumsi saat diet tentu akan mempunyai rasa yang lebih enak apabila Anda mengonsumsinya dengan saus. Maka Anda pun memilih saus salad rendah lemak dengan asumsi bahwa salad tersebut mempunyai sedikit kandungan kalori. Namun para peneliti di Iowa State University menjelaskan bahwa saus tersebut malah akan merusak nutrisi sayuran yang Anda konsumsi. Mereka menyarankan Anda untuk lebih baik menggunakan minyak zaitun saja agar penyerapan nutrisi sayuran tersebut lebih maksimal.

Sereal berwarna-warni
Sereal yang berwarna-warni dan mempunyai rasa yang manis banyak dipilih sebagai menu sarapan. Namun ternyata sereal tersebut mempunyai kandungan gula dan lemak tersembunyi yang mampu mengacaukan program diet Anda. Lebih baik Anda mengonsumsi bubur gandum atau oatmeal sebagai menu sarapan Anda.

Susu skim
Susu skim banyak dipilih bagi mereka yang sedang berdiet namun tetap ingin minum susu. Namun susu skim ternyata juga rendah akan nutrisi seperti vitamin A, vitamin D, vitamin E, dan vitamin K. Oleh karena itu para ahli gizi tetap menyarankan Anda untuk mengonsumsi susu biasa sebab jenis susu tersebut mampu meningkatkan metabolisme tubuh, membakar lebih banyak kalori, dan menurunkan resiko terkena penyakit jantung.

Sayuran mentah
Proses pemasakan diyakini dapat mengurangi nutrisi yang terkandung di dalam sayuran. Namun mengonsumsi beberapa jenis sayuran secara mentah juga memberikan efek yang tidak terlalu baik untuk kesehatan. Sebuah penelitian kesehatan yang dilakukan di tahun 2008 menemukan bahwa sayuran seperti wortel, bayam, jamur, asparagus, kubis, dan paprika dapat lebih banyak memasok zat anti oksidan apabila dimasak terlebih dahulu. Sebab proses pemasakan mampu menghancurkan 'dinding sel' sayuran yang tebal dan memudahkan tubuh untuk menyerap nutrisi yang dikandungnya.

Minuman diet
Minuman diet seperti soda diet ternyata juga tidak sehat dan cenderung malah dapat menggemukkan. Hal ini disebabkan karena minuman ini mengandung pemanis buatan yang akan memicu tubuh dan otak Anda untuk selalu merasa lapar dan Anda malah akan makan lebih banyak.

Memilih menu makanan untuk diet memang harus dilakukan dengan berhati-hati. Pemahaman nutrisi yang salah malah akan menghancurkan program diet Anda dan menurunkan tingkat kesehatan tubuh

SUMBER DARI;.Merdeka.com